Perayaan Idul Adha 1447 H di Pesantren Bisnis SMK Skill Village Islamic School


2026-06-03
gambar berita

Bagi banyak orang, Idul Adha mungkin identik dengan libur, pembagian daging kurban, atau momen makan sate bersama keluarga. Namun sesungguhnya, Idul Adha membawa pelajaran yang jauh lebih besar dari itu. Tentang keikhlasan, pengorbanan, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Di Pesantren Bisnis SMK Skill Village Islamic School, momen Idul Adha bukan hanya diperingati, tetapi dihidupkan bersama. Santri tidak sekadar mendengar ceramah tentang arti berbagi, melainkan ikut mengalami, menjalankan, dan merasakan langsung maknanya. Suasana inilah yang terasa dalam rangkaian kegiatan Idul Adha 1447 H, sebuah hari yang dipenuhi kerja sama, semangat gotong royong, rasa lelah, canda tawa, dan pelajaran hidup yang begitu berharga.

 

Mengawali Hari dengan Sholat Ied dan Hangatnya Silaturahmi

Sejak pagi hari, para santri, ustadz, dan ustadzah mulai bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha dengan penuh antusias. Tepat pukul 06.30 WIB, seluruh keluarga besar pesantren melaksanakan Sholat Idul Adha berjamaah dengan khusyuk. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah yang mengingatkan kembali tentang makna keikhlasan, ketakwaan, serta pengorbanan melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Namun salah satu suasana yang paling terasa hangat justru hadir setelah sholat selesai. Para santri, ustadz, dan ustadzah saling berjabat tangan, saling menyapa, dan saling memaafkan. Tidak ada jarak, tidak ada sekat—yang terasa hanyalah suasana kekeluargaan. Momen silaturahmi setelah Sholat Idul Adha ini menjadi pengingat bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat bertumbuh bersama layaknya keluarga besar.

 

Santri Terlibat Langsung Menjadi Panitia Kurban

Sekitar pukul 08.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan proses penyembelihan kurban. Namun ada satu hal yang membuat suasana Idul Adha di Pesantren Skill Village terasa berbeda. Santri tidak hanya datang untuk melihat atau menerima manfaat kurban. Mereka terlibat langsung menjadi panitia pelaksana kurban. Bahkan sebelum hari pelaksanaan, telah dibentuk susunan kepanitiaan agar setiap santri memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Saat hari H tiba, para santri bersama dewan asatidz bekerja sama menjalankan seluruh proses kurban—mulai dari penyembelihan, pengulitan, pencacahan, penimbangan, hingga proses pembagian daging kepada masyarakat. Ada yang bertugas membantu teknis penyembelihan, ada yang menimbang daging, ada yang mengatur distribusi, dan ada pula yang memastikan proses berjalan tertib.

Di sinilah pembelajaran besar itu hadir. Santri belajar bahwa tanggung jawab, kerja sama, dan pengabdian kepada masyarakat tidak lahir dari teori semata, tetapi tumbuh dari pengalaman nyata yang dilakukan bersama. Karena kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang belajar melayani, bekerja sama, dan memberi manfaat.

 

Hangatnya Berbagi Bersama Masyarakat Sekitar

Menjelang siang, suasana pesantren kembali ramai. Setelah proses pengemasan selesai, pembagian daging kurban mulai dilakukan kepada masyarakat internal maupun warga sekitar pesantren. Agar pembagian berjalan tertib dan nyaman, panitia menyediakan stand booth penerimaan daging kurban sebagai tempat masyarakat menukarkan kupon yang sebelumnya telah dibagikan.

Di stand tersebut, masyarakat datang secara bergantian untuk melakukan penukaran kupon, sementara para santri yang bertugas membantu proses distribusi dengan penuh semangat. Ada yang menyambut warga, ada yang mengatur antrean, ada yang menyerahkan paket daging, dan ada yang memastikan semuanya berjalan rapi. Momen ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi santri.

Mereka belajar bahwa berbagi tidak selalu tentang memberi sesuatu yang besar, tetapi tentang hadir dan memberi manfaat bagi orang lain dengan tulus. Lebih dari itu, mereka belajar melayani masyarakat dengan sikap ramah, tanggung jawab, dan rasa hormat.

 

Kompetisi Bakar Sate: Seru, Kompak, dan Penuh Kreativitas

Setelah proses pembagian selesai, suasana pesantren kembali berubah menjadi semakin hidup. Mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, para santri bersama ustadz dan ustadzah mulai mempersiapkan sesi memasak dan bakar sate bersama. Namun kegiatan kali ini dibuat lebih seru.

Sebelumnya, santri telah dibagi ke dalam kelompok berdasarkan jurusan—UPT, TKP, dan PPLG—dengan pembagian kelompok ikhwan dan akhwat untuk kelas 10, sementara kelas 11 digabungkan menjadi satu kelompok besar. Setiap kelompok mendapat tantangan untuk meracik menu sate dengan ciri khas masing-masing.

Tidak hanya sate biasa, kreativitas para santri mulai terlihat. Ada kelompok yang membuat variasi menu tambahan seperti kentang goreng, rujak, hingga sajian pelengkap lainnya untuk menambah keseruan acara.

Suasana sore itu benar-benar terasa hangat. Ada yang sibuk memotong bahan, menusuk sate, meracik bumbu, membakar, hingga saling berdiskusi soal rasa terbaik. Tawa, semangat, dan kerja sama terasa di hampir setiap sudut pesantren. Dan dari seluruh kelompok yang berpartisipasi, kelompok ikhwan jurusan TKP kelas 10 berhasil menjadi pemenang, berkat racikan sate maranggi khas yang diramu langsung oleh Ustadz Dimas Aprizon. Tentu saja, kemenangan itu menjadi momen yang membanggakan sekaligus menambah semangat kebersamaan seluruh santri.

 

Menutup Hari dengan Syukur dan Kebersamaan

Menjelang Maghrib, aktivitas bakar sate dihentikan sejenak. Seluruh santri kemudian melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah, sebelum kembali berkumpul menikmati hasil masakan dan sate bersama hingga menjelang Isya.

Makan bersama sore itu terasa berbeda. Bukan hanya karena rasanya yang nikmat, tetapi karena semua orang ikut terlibat dalam prosesnya—dari penyembelihan, pembagian, persiapan makanan, hingga akhirnya menikmati hasilnya bersama.

Ada rasa lelah, tetapi juga rasa puas. Ada rasa capek, tetapi juga kebahagiaan karena semuanya dilakukan bersama. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan Sholat Isya berjamaah, sebelum seluruh santri dan dewan asatidz beristirahat setelah satu hari penuh aktivitas.

 

Idul Adha yang Menghangatkan Rasa Keluarga di Pesantren Skill Village

Di Pesantren Bisnis SMK Skill Village Islamic School, Idul Adha bukan sekadar agenda tahunan atau kegiatan seremonial. Momentum ini menjadi ruang belajar kehidupan. Di sinilah para santri belajar arti pengorbanan, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian sosial, dan makna berbagi secara nyata.

Yang paling terasa adalah suasana kekeluargaan itu sendiri. Santri saling membantu tanpa diminta, bekerja sama tanpa banyak mengeluh, bercanda di sela aktivitas, tertawa bersama, saling menyemangati, dan tetap kompak menyelesaikan pekerjaan hingga selesai. Tidak ada yang berjalan sendiri. Semua bergerak bersama. Dan justru dari momen-momen seperti inilah pembelajaran terbaik sering lahir.

Karena di Pesantren Skill Village, pendidikan tidak hanya membentuk anak menjadi pintar, tetapi juga membentuk pribadi yang peduli, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memahami bahwa kebahagiaan sering kali hadir saat kita bisa memberi manfaat bagi orang lain.

 

Berlokasi di Kampung Tegal Putat, Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Pesantren Bisnis SMK Skill Village Islamic School terus menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu, karakter, spiritualitas, dan pengalaman nyata kehidupan.

 

Karena pendidikan terbaik bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menghadirkan pengalaman hidup yang membentuk karakter.

Berita Selengkapnya



Article

Admin

28-05-2026

Mengapa Banyak Anak Pintar Gagal dalam Hidup ?
Selengkapnya
Article

Admin

21-05-2026

7 Tanda Ananda Membutuhkan Ekosistem Pesantren Integratif Holistik
Selengkapnya
News

Admin

11-05-2026

7 Pilar Kehidupan Aktifitas Santri Pesantren Skill Village
Selengkapnya
Article

Admin

18-04-2026

Biaya Pesantren Mahal atau Investasi?
Selengkapnya
Info PPDB

Admin

14-04-2026

Seperti apa Tes Seleksi PPDB di Pesantren Bisnis SMK Skill Village Islamic School?
Selengkapnya
Article

Admin

09-03-2026

Orang Tua Wajib Tahu: 5 Kesalahan Saat Memilih Sekolah Anak
Selengkapnya
Jurusan

Admin

19-02-2026

SMK Pertanian Bogor Berbasis Pesantren Bisnis Jawa Barat
Selengkapnya
Article

Admin

29-01-2026

Skillage Family Partnership Pesantren Bisnis SMK Skill Village Islamic School
Selengkapnya